Page 30 - CETAK BIRU PEMBARUAN PERADILAN 2010-2035
P. 30
perkara ke tingkat kasasi yang menjadi salah satu permasalahan yang
dihadapi MA saat ini.
Keberhasilan pengelolaan organisasi yang terdesentralisasi, ditentukan
oleh beberapa hal:
a. Kejelasan proses kerja dan SOP atau Standar Prosedur Operasional
untuk setiap proses kerja.
b. Kejelasan tugas, tanggungjawab, target dan pengukuran terhadap
hasil kerja dari setiap posisi.
c. Kejelasan wewenang yang diberikan atau yang dimiliki oleh setiap
posisi untuk mengambil keputusan.
d. Kejelasan resiko dan dampak yang akan muncul bila tugas dan
tanggung jawab tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya.
e. Tersedianya sistem pengelolaan organisasi dengan TI yang terpadu
harus senantiasa dalam kondisi terhubung (interconnected). Keharusan
untuk senantiasa dalam kondisi “terhubung” ini, dengan cepat akan
mendorong MA dan badan-badan peradilan di bawahnya menjadi
organisasi yang modern. Keberadaan sistem-sistem tersebut sangat
penting untuk memastikan kecepatan dan keakuratan data untuk
dapat menghasilkan keputusan yang tepat dalam waktu singkat.
f. Profesionalitas aparatur peradilan dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawab utama harus memiliki keterampilan menggunakan
sistem-sistem yang dibangun.
Kondisi-kondisi tersebut di atas secara bertahap akan membawa
organisasi MA dan badan-badan peradilan di bawahnya, menjadi
organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing) yang menjadi
salah satu tujuan RB. Prasyarat utama untuk menuju pada kondisi-
kondisi di atas, adalah dengan menata-ulang proses kerja (business process
re-engineering).
24

